Kulit Ikut ‘Berpuasa’? Begini Cara Menjaga Hidrasi Selama Ramadan

Beauty, Lifestyle

Anjanesia.com – Ramadan bukan hanya mengubah pola makan dan jam tidur, tetapi juga membawa dampak nyata pada kondisi kulit. Menurut Dermatolog, dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E, berkurangnya asupan cairan selama berpuasa membuat lapisan terluar kulit lebih mudah kehilangan air.

“Ibarat padang pasir yang terus kekurangan air, dehidrasi kulit yang berkepanjangan akan membuat kulit menjadi tandus. Jika dibiarkan, kulit bisa terasa kasar, kusam, mengelupas, bahkan memicu peradangan,” jelasnya.

Ki-Ka): Dr. Telisiah Utami Putri, CMA – R&D Beauty & Wellbeing Consumer Technical Insight & Claim Lead, Unilever Indonesia, Melisa Caroline – Senior Brand Manager Vaseline, Renny Hasibuan – General Manager of Marketing at EUROMEDICA Group (SKIN+ Clinic), Rohit Pathak – Vice President Marketing Beauty & WellbeingUnilever Indonesia, Tasya Farasya – Content Creator and Beauty Enthusiast, Norine Wibowo – Co-Founder/CEO HALUU World, dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E – Dermatologist. (Foto. ist)

Secara biologis, pembatasan cairan saat puasa dapat menurunkan kadar air di epidermis, melemahkan skin barrier, serta meningkatkan transepidermal water loss (TEWL), yaitu penguapan air dari lapisan kulit. Dampaknya terlihat dari munculnya guratan halus yang makin nyata, tekstur kulit yang terasa kasar, terutama pada area tangan dan kaki yang lebih sering terpapar udara luar.

Karena itu, menjaga hidrasi tidak bisa hanya dari satu sisi. Dari dalam, kebutuhan cairan orang dewasa minimal 2–2,5 liter per hari. Selama puasa, ia menyarankan pola 2-4-2: dua gelas saat sahur, empat gelas setelah berbuka hingga malam, dan dua gelas sebelum tidur. Namun, hidrasi dari dalam saja belum cukup.

Jangan Abaikan Pelembap

Tak sedikit orang merasa sudah cukup minum, tetapi kulit tetap terasa kering. Dalam kondisi ini, persoalannya bisa terletak pada fungsi skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

“Kita membutuhkan bantuan barrier dari luar. Pelembap berfungsi memberikan tambahan lapisan agar cairan di kulit tidak keluar atau menguap,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan pentingnya penggunaan pelembap secara rutin selama Ramadan. “Menggunakan pelembap di bulan puasa itu hukumnya fardhu ain, alias wajib,” ujarnya.

Pelembap sebaiknya digunakan minimal dua kali sehari, terutama segera setelah mandi saat kulit masih lembap agar air dapat ‘terkunci’ di dalam lapisan kulit. Untuk kondisi kulit sangat kering, frekuensi pemakaian bisa ditingkatkan. Cara praktisnya, cukup lakukan aplikasi ulang setiap selesai wudhu untuk membantu menjaga hidrasi dari luar.

Jangan Salah Pilih Minuman

Selain memastikan asupan air putih terpenuhi, pemilihan minuman juga perlu diperhatikan. Kopi dan teh memiliki efek diuretik yang dapat mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh.

“Kopi itu bersifat diuretik, jadi cepat mengeluarkan cairan dari tubuh. Bisa makin dehidrasi lagi,” tuturnya.

Bukan berarti harus menghindari sepenuhnya, tetapi konsumsinya sebaiknya dibatasi, terutama saat sahur dan berbuka, agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga.

Pentingnya Istirahat dan Asupan Nutrisi

Perubahan jadwal ibadah dan aktivitas selama Ramadan kerap membuat waktu tidur berkurang. Padahal, proses regenerasi kulit sangat bergantung pada kualitas istirahat.

Ia menyarankan tidur 6–8 jam per hari serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya air dan nutrisi. “Tubuh kita membutuhkan waktu untuk beristirahat, termasuk kulit,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa perawatan kulit bukanlah upaya sesaat. Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga hidrasi dan kesehatan kulit sepanjang Ramadan. Bahkan, ada cara sederhana untuk mengecek kondisi hidrasi kulit: goreskan kuku atau benda tumpul di bagian dalam lengan. Jika muncul garis putih (white dermographism), itu bisa menjadi tanda kulit sedang kekurangan cairan.

Menjaga kulit tetap sehat selama Ramadan bukanlah hal yang rumit. Kuncinya ada pada keseimbangan, cukup minum, rutin memakai pelembap, bijak memilih minuman, tidur yang berkualitas, serta asupan nutrisi yang baik. Dengan langkah sederhana namun konsisten, kulit tetap terawat meski tubuh sedang berpuasa.

Pengalaman Imersif Bertema Oasis

Isu ‘kulit tandus’ ini menjadi latar kampanye #JamBukaVaseline yang diluncurkan melalui “Gluta-Hya Hydration Clinic” di Atrium Mall Kota Kasablanka pada 20 Februari–1 Maret 2026. Acara ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dengan konsep beauty clinic imersif bertema oasis, hasil kolaborasi dengan HALUU World dan Skin+ Clinic.

Rohit Pathak, Vice President Marketing Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, mengatakan kampanye ini menekankan edukasi berbasis sains. “Kami ingin mengedukasi bahwa waktu ‘berbuka’ untuk kulit bisa dilakukan kapan saja, agar kulit tetap terhidrasi dan terhindar dari masalah akibat dehidrasi,” ujarnya.

Pengunjung memulai dengan skin check, lalu diajak menelusuri instalasi bertema padang pasir hingga oasis melalui Clinical Tunnel, The Smoothness Slide, dan Hydration Pool. Di akhir perjalanan, tersedia konsultasi serta perawatan gratis di Hydration Clinic bersama SKIN+ Clinic.

Renny Hasibuan, GM Marketing EUROMEDICA Group, induk SKIN+ Clinic, menjelaskan bahwa perawatan yang dihadirkan relevan dengan kebutuhan kulit saat puasa. “Kami memberikan treatment Oxy Clear dengan teknologi oksigen aktif bermolekul mikro untuk membantu meningkatkan hidrasi dan membuat kulit tampak lebih segar serta glowing alami. Namun, konsistensi perawatan di rumah tetap penting agar hasilnya bertahan,” katanya.

Selama acara berlangsung, pengunjung juga dapat memanfaatkan analisis kulit berbasis AI melalui RoboDerm, serta mengikuti talk show dan workshop komunitas kecantikan.

Inovasi Perawatan Tubuh

Dalam rangkaian kampanye ini turut diperkenalkan Vaseline Gluta-Hya Smoothing Perfector, body serum dengan tiga teknologi utama: GlutaGlow yang diklaim 100 persen lebih efektif dari niacinamide dan 70 kali lebih kuat dari vitamin C berdasarkan uji in-vitro pada epidermis; 4D Hyaluron yang menghidrasi hingga 12 jam; serta 70x Hydroxy Acid Complex (AHA, BHA, PHA) sebagai eksfoliator ringan yang dapat digunakan setiap hari. Teksturnya disebut cepat menyerap dan tidak lengket, termasuk untuk perempuan berhijab.

Beauty content creator Tasya Farasya menilai konsistensi menjadi kunci. “Banyak yang merasa kulit jadi lebih kasar dan terlihat dull saat puasa. Karena itu penting merawat kulit tubuh, bukan cuma wajah. Tampil fresh dan confident dimulai dari rasa nyaman dengan diri sendiri,” ujarnya.

Kampanye digitalnya juga menggandeng musisi TikTok Ecko Show lewat remake lagu viral “Tor Monitor Ketua” dengan sentuhan bunyi “click” sebagai pengingat #JamBukaVaseline, serta konten edutainment bersama komika Indra Jegel.

Pada akhirnya, Ramadan adalah tentang keseimbangan. Selain menahan lapar dan haus, menjaga hidrasi kulit menjadi bagian dari perawatan diri yang tak kalah penting, agar tubuh tetap sehat dan kulit tetap terasa nyaman sepanjang bulan suci. (Anj)