Inspirasi Persiapan Lebaran di Rumah: Praktis & Bermakna
Lifestyle
Anjanesia.com – Ramadan dan Lebaran selalu menghadirkan satu benang merah yang sama: rumah kembali menjadi pusat kehidupan keluarga. Dari sahur dan berbuka puasa bersama, hingga silaturahmi di hari raya, kebersamaan kerap lahir dari aktivitas sederhana yang berlangsung di ruang makan, dapur, hingga ruang tamu.
Berangkat dari pemahaman tersebut, IKEA Indonesia menghadirkan kampanye “Rayakan, Mulai dari Rumah”, sebuah inisiatif yang menempatkan rumah sebagai titik awal setiap perayaan. Dalam konteks Ramadan dan Lebaran, kampanye ini diwujudkan melalui inspirasi penataan ruang, solusi perabot yang fleksibel, pilihan menu spesial, hingga ide berbagi yang fungsional dan personal.

“IKEA selalu berupaya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Di momen Ramadan dan Lebaran, rumah bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang di mana kebersamaan benar-benar dirasakan. Karena itu, IKEA ingin menghadirkan inspirasi dan solusi rumah yang memudahkan keluarga untuk merayakan, tanpa harus ribet, namun tetap bermakna,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.
Rumah yang Beradaptasi dengan Ritme Ramadan
Selama Ramadan dan Lebaran, fungsi ruang di rumah berubah dengan cepat. Satu area yang sama bisa digunakan untuk memasak, berbuka puasa, salat berjemaah, hingga menerima tamu dalam satu hari. Intensitas aktivitas meningkat, sementara kebutuhan akan kenyamanan tetap menjadi prioritas.
Melalui berbagai inspirasi yang dihadirkan, IKEA menekankan pentingnya fleksibilitas ruang. Penataan yang sederhana serta penggunaan perabot sehari-hari yang mudah disesuaikan memungkinkan rumah tetap terasa rapi dan nyaman, bahkan di tengah mobilitas tinggi.
“Momen perayaan di rumah biasanya mengalir secara alami, dimulai dari meja makan lalu berlanjut ke ruang lain. Inspirasi yang kami tampilkan dirancang berdasarkan kondisi nyata rumah masyarakat, sehingga mudah diterapkan dan tetap nyaman untuk digunakan dalam keseharian,” jelas Elfina Rira, Interior Design Specialist IKEA Jakarta Garden City.
Inspirasi tersebut mencakup penggunaan toples kedap udara untuk menyimpan kue kering, gelas dan perlengkapan minum untuk tamu, hingga penutup klip untuk menjaga makanan tetap segar jika belum habis. Produk-produk ini tidak hanya relevan selama Ramadan, tetapi juga tetap fungsional setelah Lebaran usai.
Untuk mempercantik suasana, sentuhan sederhana seperti bunga artifisial atau dekorasi ringan dinilai cukup menghadirkan kehangatan tanpa perlu berlebihan.
Hampers yang Personal dan Bermakna
Ramadan dan Lebaran juga identik dengan tradisi berbagi. Menjawab kebutuhan tersebut, IKEA menghadirkan inspirasi hampers dari perlengkapan rumah tangga seperti piring, gelas, toples, hingga kotak penyimpanan.
Konsep yang diusung bukan semata estetika, tetapi juga fungsionalitas jangka panjang. “Jadi sebenarnya tidak harus mahal, yang penting itu kalau di IKEA kita ingin menginspirasi bahwa hampers-hampers itu bisa dipersonalisasi dengan kesukaan dan kebutuhannya mereka. Jadi sebenarnya tidak harus mahal, yang penting maknanya, resonansinya, sehingga orang itu merasa lebih dekat saat kita kasih. Jadi bukan apa yang dikasih, tapi siapa yang ngasih dan value dari yang ngasih itu ya perhatiannya. Jadi walaupun cuma harganya segini, tapi jangan bilang harganya, ketulusan hatinya,” ujar Kristie Azaziah Jaya – IKEA Family Leader, IKEA Indonesia.

Kotak penyimpanan menjadi salah satu contoh produk yang dinilai relevan. Selain dapat dikreasikan agar tampil menarik sebagai hadiah, produk tersebut juga berguna setelah Lebaran, terutama saat momen decluttering rumah.
“Karena kotak-kotak penyimpanan itu kan kadang kita butuhkan di rumah. Sehabis Lebaran suka decluttering. Dan nanti saat decluttering pasti ada barang-barang yang ingin kita keluarkan, ada yang ingin kita simpan. Jadi sebenarnya itu juga salah satu hal yang berguna banget di rumah. Dan si kotak penyimpanan ini bisa dikreasikan supaya dia terlihat lebih cantik juga. Jadi penerimanya itu dapat fungsionalnya, dapat estetikanya juga,” jelas Kristie.
Selain itu, hampers juga bisa disesuaikan dengan karakter penerima. “Orang-orang yang kita tuju itu sukanya apa? Misalkan ada orang yang sukanya datang kumpul, mungkin bisa ngasih toples, gelas, kemudian juga barang-barang yang fungsional seperti kotak-kotak penyimpanan,” katanya.
Makanan sebagai Titik Temu
Tak dapat dimungkiri, makanan menjadi pusat interaksi selama Ramadan dan Lebaran. Momen berbuka puasa, sahur bersama, hingga jamuan hari raya sering kali menjadi ruang percakapan dan negosiasi keluarga.
“Makanan itu untuk bisa mengundang semuanya biar sambil ngobrol. Yang butuh itu ada makanan, biar happy,” ujar Ariane Vinsontia – IKEA Food Commercial Manager, IKEA Indonesia.
Untuk itu, IKEA menghadirkan rangkaian menu spesial Ramadan, mulai dari Nasi Mandhi dengan ayam yang cocok dinikmati bersama keluarga, hingga Biskuit Ramadan dengan cita rasa khas yang mengingatkan pada suasana rumah. Bahkan pada 2026, IKEA merencanakan menghadirkan Kuki Semarang sebagai bagian dari inovasi menu musiman.

“Bagi kami, makanan bukan hanya soal menu, tetapi tentang momen yang tercipta saat orang-orang duduk dan menikmatinya bersama. Melalui menu spesial ini, IKEA ingin menjadi bagian dari kebersamaan tersebut, baik di rumah maupun saat berkumpul dengan keluarga,” ujar Ariane Vinsontia, IKEA Food Commercial Manager IKEA Indonesia.
Rumah Ramah Anak Saat Lebaran
Lebaran identik dengan kumpul keluarga besar, termasuk kehadiran anak-anak. IKEA juga membagikan tips penataan rumah agar tetap praktis dan mudah dibersihkan.
“Barang-barang dari IKEA sudah banyak yang mendukung hal-hal ini. Contohnya ada kursi anak yang colorful tapi terbuat dari plastik sehingga mudah dibersihkan. Dan dia juga tidak memakan space, bisa dimasukkan ke bawah meja,” jelas Elfina.
Selain itu, ruang khusus anak dapat dihadirkan melalui sudut kreatif sederhana. “Yang paling penting untuk anak-anak itu bagaimana mereka bisa berkreasi. Jadi salah satu corner bisa kita kasih kertas-kertas untuk mereka menggambar. Di dindingnya juga bisa kasih roll gulung. Jadi saat tidak digunakan, dia bisa di-roll kembali.”
Pengalaman Ramadan yang Menyeluruh
Sebagai pelengkap, IKEA juga menghadirkan Treasure Hunt Ramadan, aktivitas yang terinspirasi dari momen menemukan kejutan kecil di rumah. Kegiatan ini dirancang agar pelanggan dapat bermain dan menjelajah bersama keluarga maupun teman, sekaligus memperkuat pengalaman kebersamaan di toko.
Melalui “Rayakan, Mulai dari Rumah”, IKEA Indonesia menegaskan bahwa perayaan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit atau mahal. Yang utama adalah makna, perhatian, dan kenyamanan yang tercipta di dalam rumah.
Pada akhirnya, Ramadan dan Lebaran bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk kembali ke titik paling dasar: rumah, sebagai ruang di mana kebersamaan tumbuh secara alami dan bermakna. (Anj)
