Ramadan Tanpa Jeda: Komitmen Lebih Baik Indosat untuk Tetap Terhubung

Lifestyle, Techno

Anjanesia.com – Ramadan selalu menghadirkan makna yang lebih dalam tentang kebersamaan. Di bulan ketika silaturahmi kembali dirajut, ketika perantau menahan rindu lewat panggilan video, dan ketika jutaan orang bersiap menempuh perjalanan mudik, konektivitas menjadi urat nadi yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di momen inilah Indosat Ooredoo Hutchison memperkenalkan komitmen baru bertajuk #LebihBaikIndosat, bukan sekadar kampanye musiman, melainkan langkah jangka panjang untuk terus berevolusi.

SVP Head of Corporate Communications Indosat, Ovidia Namia, menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat internal perusahaan untuk terus menjadi lebih baik.

“Kenapa kita meluncurkan sebuah komitmen baru bernama Lebih Baik Indosat? Karena memang secara DNA dari perusahaan kami ingin menjadi lebih baik dan terus evolve untuk bisa memenuhi semua kebutuhan konsumen kami,” ujar Ovidia saat temu media di CGV Grand Indonesia Jakarta, baru-baru ini. 

Ia menekankan bahwa komitmen ini bukan program sesaat. “Ini sebenarnya komitmen jangka panjang. Nggak cuma di Ramadan, habis itu kita menghilang. Tidak. Kami ingin terus menerus menunjukkan yang terbaik dari Indosat sehingga semua konsumen merasa bahagia menjadi pengguna Indosat,” kata Ovidia.

Momentum Ramadan dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Ovidia, bulan suci adalah waktu ketika koneksi sosial mencapai puncaknya. “Siapa sih yang nggak mau lebih baik di bulan Ramadan? Ramadan itu waktu di mana kita paling banyak terkoneksi dengan orang-orang, teman lama, keluarga di kampung, semua ingin terhubung kembali,” tuturnya. 

Jaringan Andal di Tengah Lonjakan Mudik

Kesiapan jaringan menjadi fondasi utama komitmen ini. SVP Head of Network Operations Indosat, Raden Tofan, menjelaskan skala tantangan yang dihadapi setiap musim mudik.

“Pemerintah memprediksi setiap tahun sekitar 150 juta pemudik. Itu hampir 50 persen dari populasi Indonesia,” jelasnya. Dari sisi pelanggan, Indosat memproyeksikan sekitar 14 juta pengguna akan melakukan perjalanan mudik tahun ini.

Lonjakan trafik pun tak terelakkan. “Internal prediction kami, pada hari H trafik akan naik sekitar 18 persen. Biasanya puncaknya justru di H+1 atau H+2, karena setelah silaturahmi orang mulai upload foto dan video,” kata Raden.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Indosat memperkuat jaringan di lebih dari 790 titik Point of Interest (POI) dan lebih dari 75 rute mudik dengan total cakupan sekitar 8.000 kilometer. Sebanyak 2.500 engineer disiagakan 24 jam sehari, didukung posko siaga dan kolaborasi lintas pihak.

Tak hanya itu, optimalisasi kini diperkuat teknologi kecerdasan buatan. “Dulu sebelum pakai AI, akurasi prediksi kami sekitar 70 persen. Sekarang bisa 95 persen lebih. Jadi sangat akurat,” ungkap Raden. 

Bahkan para engineer di lapangan dibantu sistem co-pilot berbasis AI untuk mempercepat penanganan gangguan. “Inilah yang kami maksud lebih baik, lebih cepat, lebih presisi,” tegasnya. 

Perlindungan Digital di Bulan dengan Trafik Tertinggi

Ramadan juga menjadi periode dengan lonjakan aktivitas digital paling tinggi. Ovidia memaparkan, “Penggunaan digital di bulan Ramadan meningkat sangat signifikan, bahkan sampai 119 persen.” Seiring peningkatan itu, laporan fraud turut naik hingga 34–35 persen.

Karena itu, fitur perlindungan Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis AI menjadi salah satu fokus utama. Sistem ini mendeteksi dan memblokir potensi panggilan maupun pesan penipuan, termasuk yang terhubung ke aplikasi pesan instan.

“Kami berharap di bulan Ramadan teman-teman bisa lebih tenang, lebih nyaman beribadah, lebih bahagia menggunakan Indosat karena sudah terlindungi,” kata Ovidia.

Teknologi yang Lebih Membumi

Selain penguatan jaringan dan perlindungan digital, Indosat juga memperkenalkan Sahabat AI, asisten berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk masyarakat Indonesia.

“Ini kami sebut paling Indonesia, karena dibuat oleh Indonesian for Indonesian, dirancang untuk menjawab permasalahan hidup Indonesia, dan secara desain khusus untuk bahasa Indonesia bahkan hingga lima bahasa daerah,” jelas Ovidia.

Sahabat AI dirancang agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat, tidak terbatas pada pelanggan Indosat, sebagai bagian dari upaya menghadirkan teknologi yang inklusif.

Kepedulian Sosial yang Nyata

Komitmen #LebihBaikIndosat juga diwujudkan melalui program CSR ‘Indosat Berkah Ramadan – Surau Kita Berdaya’ yang menyasar 19 titik di berbagai wilayah, termasuk Aceh pascabencana. Program ini merevitalisasi surau dan mushola agar kembali menjadi pusat ibadah sekaligus kegiatan komunitas.

“Kami ingin teman-teman yang menjadi korban bencana tetap nyaman beribadah di bulan Ramadan,” ujar Ovidia.

Lebih Baik dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagi Yono Bakrie, talenta yang terlibat dalam kampanye ini, semangat “lebih baik” justru berangkat dari pengalaman personalnya.

“Saya dulu sempat insecure sama nama saya, Suyono. Saya pikir kok nama saya kayak orang tahun 70-an,” katanya sambil tersenyum. 

Namun kini ia melihatnya berbeda. “Saya merasa kekurangan adalah kelebihan yang kita belum tahu cara menggunakannya,” ujarnya. 

Di momen Ramadan, makna koneksi terasa semakin personal baginya yang merantau. “Yang paling sedih itu ketika sahur atau buka tidak bersama keluarga. Biasanya saya video call, taruh handphone sambil makan. Momen komunikasi jarak jauh itu sangat mengobati rasa rindu,” tuturnya.

Ia juga berbagi kebiasaan kecil yang kini ia lakukan bersama istrinya. “Setiap malam sebelum tidur kami saling bilang terima kasih untuk hari ini dan mohon maaf kalau ada salah. Itu buat saya makna lebih baik,” ungkap Yono. 

Melalui jaringan yang diperkuat, perlindungan digital berbasis AI, inovasi Sahabat AI, hingga kepedulian sosial di berbagai daerah, Indosat berupaya memastikan Ramadan 2026 berjalan lebih tenang dan tetap terhubung. Seperti yang ditegaskan Ovidia, tujuan akhirnya sederhana namun mendalam,  menghadirkan pengalaman yang membuat pelanggan merasa bahagia dan nyaman.

Di bulan ketika jutaan orang ingin kembali dekat, menjadi “lebih baik” bukan hanya soal teknologi yang semakin canggih, tetapi tentang memastikan setiap pesan sampai, setiap panggilan terhubung, dan setiap rindu menemukan jalannya. (Anj)