Ruang Kerja di Rumah Tak Harus Kaku, Ini 10 Cara Biar Lebih Nyaman dan Produktif
Lifestyle
Anjanesia.com – Bekerja dari rumah sudah jadi bagian dari keseharian banyak orang. Tapi, nggak semua punya ruang khusus yang ideal untuk kerja. Padahal, lingkungan kerja punya pengaruh besar terhadap fokus, mood, dan bahkan kesehatan.
Kalau kita merasa ruang kerja di rumah terasa kurang mendukung atau malah bikin cepat lelah, mungkin saatnya untuk menyusun ulang suasana. IKEA Indonesia membagikan sepuluh ide sederhana yang bisa membantu menciptakan ruang kerja yang fungsional sekaligus bikin betah.
“Kami memahami bahwa rumah kini berperan ganda, sebagai tempat bekerja dan beristirahat. Maka dari itu, desain yang mendukung produktivitas sekaligus kesehatan mental menjadi prioritas kami,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.

10 Cara Menata Ruang Kerja di Rumah agar Lebih Fokus dan Santai
- Pilih meja yang sesuai kebutuhan.
Meja kerja nggak harus besar, yang penting mendukung postur tubuh dan punya ruang penyimpanan yang cukup. Kalau suka berpindah-pindah tempat, meja lipat atau portabel bisa jadi pilihan. - Jangan anggap enteng kursi.
Duduk berjam-jam di kursi yang salah bisa bikin punggung protes. Kursi yang nyaman dan menopang tubuh dengan baik itu investasi jangka panjang buat produktivitas (dan tulang belakangmu). - Sediakan tempat untuk rehat.
Bekerja dari rumah bukan berarti nonstop duduk di depan layar. Tambahkan area kecil dengan bean bag, bangku empuk, atau bahkan sofa mini untuk leyeh-leyeh sejenak. - Manfaatkan penyimpanan vertikal.
Daripada meja penuh kertas atau kabel berseliweran, pasang rak dinding atau sistem penyimpanan modular. Hemat tempat, dan bikin ruangan terasa lebih lega. - Gunakan furnitur yang ramah lingkungan.
Kalau bisa, pilih perabot dari bahan daur ulang atau yang dirancang untuk tahan lama. Selain lebih awet, kamu juga ikut berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. - Pencahayaan itu penting.
Jangan hanya mengandalkan lampu ruangan. Kombinasikan lampu meja untuk kerja intensif dengan lampu hangat agar ruangan tetap terasa homey. - Rapikan kabel dan perangkat.
Kabel yang berseliweran bikin stres tanpa sadar. Gunakan pengatur kabel atau dock untuk menyatukan semua perangkat, jadi lebih rapi dan efisien. - Gunakan dinding sebagai ruang tambahan.
Tempel papan inspirasi, gantungan, atau rak kecil untuk menyimpan alat tulis atau dekorasi personal. Dinding bisa jadi area kerja juga, lho. - Tunjukkan gaya personalmu.
Biar ruang kerja nggak terasa seperti ruang kantor yang kaku, sesuaikan dengan selera pribadi. Pilih warna, poster, tanaman, atau detail kecil yang bikin kamu semangat. - Pikirkan soal jangka panjang.
Pilih furnitur yang tahan lama dan mudah dirawat. Biar nggak perlu bolak-balik ganti barang setiap tahun.
Ruang Kerja = Ruang Hidup
Ruang kerja yang baik bukan cuma soal produktivitas, tapi juga tentang menciptakan keseimbangan antara fokus dan relaksasi. Nggak perlu ruangan besar atau perabot mahal. Kuncinya ada di penataan yang cerdas, kenyamanan, dan sentuhan personal.




“Ruang kerja bukan sekadar tempat bekerja, tetapi ruang di mana ide berkembang dan ketenangan ditemukan. Kami ingin setiap orang bisa merasakannya—terlepas dari ukuran rumah mereka,” tandas Ririn.
Karena pada akhirnya, ruang kerja yang ideal adalah tempat di mana kamu bisa menyelesaikan tugas dengan tenang dan merasa nyaman berada di dalamnya, bahkan setelah jam kerja selesai. (Anj)

