
Anjanesia.com – Di balik aroma gurih yang menyeruak dari dapur, ada satu bahan makanan yang dulu sering dicap “ribet” tapi kini perlahan bangkit jadi primadona meja makan: ikan. Ya, meski Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kekayaan laut yang melimpah, sayangnya konsumsi ikan di rumah tangga kita belum sepenuhnya mencerminkan potensi tersebut.
Tapi semuanya bisa berubah. Sebuah terobosan baru dalam dunia bumbu dapur tampaknya akan membuat ikan tidak hanya lezat, tapi juga jauh lebih mudah diolah. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Royco menghadirkan Bumbu Kaldu Rasa Ikan — sebuah inovasi yang menjawab berbagai tantangan dalam mengolah ikan sehari-hari.
Dan percaya atau tidak, ini bisa mengubah cara kita melihat ikan, dari yang “ribet dan amis”, menjadi “praktis dan gurih”.
Ada banyak alasan kenapa ikan masih kalah pamor dibanding ayam atau daging sapi di dapur rumah tangga Indonesia. Menurut Ir. Tri Aris Wibowo, M.Si, Direktur Pengolahan, Ditjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, salah satu kendalanya ada pada persepsi.

“Kami melihat bahwa minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan sangat menjanjikan, namun di lapangan masih ditemukan berbagai tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan tingginya kandungan gizi pada ikan… masih ada anggapan ikan identik dengan rasa amis, dan asumsi ribet dalam mengolahnya,” jelas Aris saat temu media di Senayan Park, Jakarta, baru-baru ini.
Padahal, berdasarkan data Susenas BPS 2024, konsumsi ikan masyarakat Indonesia sudah mencapai 25,31 kg/kapita per tahun. Angka ini memang meningkat, tapi masih menyisakan potensi besar—terutama karena Indonesia adalah salah satu produsen perikanan terbesar di dunia.
Menu favorit masyarakat? Bukan cuma rendang atau ayam geprek. Ternyata, ikan goreng menempati posisi ketiga sebagai hidangan sehari-hari paling disukai, menurut riset Menu Check Study oleh Kantar.
Solusi dari Dapur: Bumbu Kaldu Rasa Ikan
Melihat celah tersebut, Royco, yang selama ini dikenal sebagai sahabat ibu dalam memasak, meluncurkan inovasi yang cukup revolusioner: Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan.
“Kali ini, berangkat dari fakta bahwa masih ada banyak tantangan yang ditemui dalam mengolah dan mengonsumsi ikan, pertama kalinya di Indonesia Royco meluncurkan Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan untuk membantu para ibu menyajikan kelezatan aneka olahan ikan, goreng, bakar, maupun kuah, dengan cara yang mudah dan praktis,” ujar Kinanti Rakayantias, Senior Brand Manager Royco.
Apa istimewanya bumbu ini? Bukan cuma soal rasa, tapi juga fungsi. Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan hadir dengan empat keunggulan utama:
- Rasa ikan yang lebih mantap, karena dibuat dari saripati ikan asli
- Praktis digunakan, sudah mengandung lima rempah berkualitas
- Mampu mengurangi rasa amis berkat kandungan asam jawa
- Fleksibel untuk semua jenis masakan ikan, dari goreng, bakar, hingga kukus dan sup
Mematahkan Mitos “Masak Ikan Itu Sulit”
Banyak orang, terutama para ibu muda dan pekerja kantoran, merasa masak ikan itu butuh tenaga ekstra. Perlu waktu untuk meracik bumbu, menghilangkan amis, dan menciptakan cita rasa yang pas. Kini, semua itu bisa disederhanakan.
Bahkan selebritas seperti Inul Daratista merasakan langsung perbedaannya.
“Berkat Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan, masak ikan sekarang jadi gampang dan satset banget! Nggak usah repot, semua menu ikan, mau yang digoreng, dibakar, atau dibuat sup, rasanya jadi lebih mantap dan amisnya benar-benar berkurang,” ujar Inul dengan antusias.
Ia menambahkan, “Apalagi karena bisa dipakai untuk semua menu ikan, aku jadi tertantang untuk mengeksplorasi lebih banyak jenis masakan. Jadi selain aku-nya happy, Mas Adam dan Ivan juga makin happy karena sekarang bisa makan ikan lebih sering dan lebih beragam!”
Menjawab Semangat ‘Gemarikan’
Peluncuran inovasi ini tidak berdiri sendiri. Royco menyelaraskan langkahnya dengan program nasional “Gemarikan” (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang telah dijalankan sejak 2004 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Program ini tidak sekadar ajakan untuk makan ikan, tetapi juga bagian dari upaya peningkatan gizi nasional dan pencegahan stunting, terutama untuk anak-anak dalam rangka menyambut Generasi Emas 2045.
“Kami mengajak kolaborasi lintas sektor agar bersama-sama memperkuat sektor kelautan dan perikanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pemenuhan gizi masyarakat,” kata Aris.

Inovasi ini juga menjadi awal dari serangkaian kegiatan menuju Hari Ikan Nasional 2025 yang jatuh pada bulan November. Royco dan KKP RI akan menggencarkan edukasi dan kampanye makan ikan melalui berbagai aktivitas online maupun offline di seluruh Indonesia.
“Kami harap Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan dapat diterima dengan baik sehingga akhirnya mampu menjadikan aneka kelezatan hidangan ikan sebagai primadona baru di meja makan keluarga Indonesia,” kata Kinanti.
Indonesia punya laut luas, hasil ikan berlimpah, dan tradisi kuliner yang kaya. Namun agar semua potensi itu benar-benar terasa di dapur rumah, kita perlu satu hal lagi, kemauan untuk mencoba kembali mengolah ikan dengan cara yang baru.
Kini, bukan lagi soal repot atau amis. Dengan inovasi bumbu yang tepat, memasak ikan bisa jadi kegiatan yang menyenangkan, dan tentu saja, lebih bergizi untuk seluruh keluarga.
Karena sesederhana itu, kalau masak ikan, bumbunya ya… rasa ikan.(Anj)

