Dari Maros untuk Indonesia: Saat Anak-anak Menjadi Duta Gaya Hidup Bersih

Health, Lifestyle, News

Anjanesia.com – Di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pagi itu terasa berbeda. Tidak hanya karena semarak tawa dan langkah kecil para siswa yang mengikuti senam sehat, tapi juga karena ada semangat yang lebih besar yang menggema di antara mereka: menjadi bagian dari Generasi Bersih Sehat.

Kegiatan itu bukan sekadar kampanye, melainkan sebuah gerakan nyata. Sebuah langkah bersama untuk menjawab persoalan klasik tapi krusial: sanitasi dan kebersihan anak-anak sekolah. Sebab, menurut Profil Sanitasi Sekolah Dasar 2023, hanya 33,3% sekolah dasar di Sulawesi Selatan yang memiliki toilet layak dan terpisah dengan kondisi baik. Artinya, dua dari tiga sekolah menghadapi tantangan sanitasi yang bisa berdampak langsung pada kenyamanan belajar dan kesehatan siswa.

Namun hari itu, satu langkah besar dicapai. NUVO Family bersama UNICEF dan dukungan WINGS Group Indonesia berhasil mengedukasi 2.232 siswa SD di Aceh dan Sulawesi Selatan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Capaian ini tidak hanya berarti secara simbolis, tapi juga resmi tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Edukasi PHBS dengan Jumlah Siswa Terbanyak”.

Henky Widjaja, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF untuk Wilayah Sulawesi dan Maluku, menyatakan bahwa upaya semacam ini adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan. “Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang bersih dan aman. Melalui kerjasama WINGS for UNICEF, kami berupaya meningkatkan akses sanitasi aman dan inklusif di sekolah, sekaligus membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini agar anak dapat belajar dengan nyaman dan mencapai potensi terbaiknya,” ujarnya.

Bukan Sekadar Cuci Tangan

Di tengah gegap gempita rekor, ada hal yang lebih penting: anak-anak yang mulai mengerti bahwa cuci tangan dengan sabun bukan sekadar formalitas, tapi kebiasaan yang bisa menyelamatkan hidup.

“Kami ingin anak-anak bukan hanya menjadi penerima edukasi, tapi juga agen perubahan,” jelas Pricilla Adelia, Product Coordinator NUVO Family.

 Ia mengatakan bahwa pelantikan Duta Generasi Bersih Sehat bukan hanya simbolik, tetapi bentuk kepercayaan bahwa anak-anak mampu membawa pesan ini ke lingkungan sekitarnya, rumah, sekolah, bahkan komunitas mereka.

Dan itu terlihat nyata dalam aktivitas yang dilakukan hari itu. Edukasi interaktif melalui metode langkah B3ST, Bersih Tangan, Bersih Tubuh, Bersih Pakaian agar Sehat Terlindungi, disampaikan dengan gaya menyenangkan. Mulai dari pertunjukan Kapten NUVO Melawan Kuman, lomba jalur sehat, hingga permainan menyusun puzzle cuci tangan, semuanya dibuat agar kebersihan tidak lagi jadi hal yang membosankan.

Aktor Dion Wiyoko, yang hadir sebagai Brand Ambassador NUVO Family, juga punya alasan pribadi kenapa ia mendukung inisiatif ini. “Kami berharap edukasi langkah B3ST bisa menjadi bekal yang ditularkan ke teman dan keluarga. Karena masa depan yang cerah dimulai dari tangan yang bersih,” katanya sambil tersenyum, di sela penyematan simbolis Duta Generasi Bersih Sehat.

Infrastruktur yang Menyentuh Akar Masalah

Tentu edukasi saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan infrastruktur pendukung. Di sinilah program ini menjadi lebih dari sekadar seremonial. Toilet dan wastafel baru dibangun di beberapa sekolah, memberikan fasilitas dasar yang layak agar anak-anak benar-benar bisa mempraktikkan PHBS dengan baik.

Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., MH., turut memberikan apresiasi yang tulus. “Sanitasi sekolah yang memadai sangat penting demi menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung kehadiran serta prestasi anak-anak. Ini adalah langkah strategis menuju Generasi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Yang menarik dari program ini adalah komitmennya untuk terus berlanjut. Kampanye Generasi Bersih Sehat akan diteruskan secara luring maupun digital, menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia. Semangatnya pun sejalan dengan visi besar WINGS Group Indonesia untuk menciptakan akses yang setara terhadap kebaikan hidup.

Lewat anak-anak di Maros, sebuah pesan sederhana tapi kuat tersampaikan: kebiasaan baik dimulai dari hal-hal kecil, seperti mencuci tangan, yang bisa mengubah masa depan.

Dan mungkin, tanpa disadari, di balik rekor MURI itu ada rekor lain yang lebih bermakna: rekor perubahan pola pikir anak-anak, yang kini tumbuh dengan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan, kesehatan, dan masa depan mereka sendiri. (Anj)