Jadikan Geothermal Sebagai Pijakan Kedaulatan Energi di Indonesia

News

Anjanesia.com – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, mengatakan potensi panas bumi (geothermal) bisa menjadi sumber untuk menjadikan Indonesia berdaulat secara energi. Ia juga mengatakan bahwa dengan pemanfaatan geothermal, diharapkan bisa menjadi lembaran baru untuk mempercepat terwujudnya transisi energi bersih di Indonesia.

“Kita bersihkan langit Indonesia dengan pemulihan emisi melalui geothermal. Kita percepat kemandirian energi Indonesia melalui geothermal. Kita percepat juga kedaulatan energi Indonesia melalui geothermal,” ujar Nicke.

Nicke menyampaikan peran penting geothermal ini saat meresmikan kegiatan groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2, di Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (19/12). Hadir juga dalam acara tersebut Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Julfi Hadi serta Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro.

Nicke juga mengungkapkan bahwa potensi geothermal yang dimiliki Indonesia sangat besar. Baru sekitar 9 persen potensi geothermal Indonesia yang terutilisasi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Selanjutnya PGE juga memiliki rencana komersialisasi green hydrogen dan green methanol untuk Pembangkit Listrik Siklus Biner (Binary Cycle Power Plants).

Sejauh ini PGE yang menjadi bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE), PT Pertamina (Persero) memiliki fokus di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi geothermal. Saat ini PGE mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan 1 Wilayah Kerja Penugasan dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877 MW, di mana 672 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama.

Saat ini kapasitas terpasang geothermal di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 80 persen dari total kapasitas terpasang geothermal di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Pada kesempatan yang sama, Julfi Hadi , Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.menyampaikan harapan dan semangatnya terhadap pengembangan geothermal di Indonesia, “Dalam pengembangan panas bumi, tentunya dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Sebagai world class green energy company, PGE berkomitmen untuk terus berinovasi guna mewujudkan transisi energi di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari penggerak transisi energi di Indonesia, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. (Anj)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *