Menumbuhkan Wirausaha Muda Lewat SCYEP 2026 di Bulan Kebaikan Global

Community, Economy, Education, Lifestyle
Kompetisi Student Company Jakarta 2026

Anjanesia.com – Rangkaian kegiatan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) kembali hadir sebagai bagian dari perayaan Global Month of Goodsebuah momen tahunan setiap April yang dimaknai sebagai ajakan untuk menebar dampak positif secara lebih luas dan berkelanjutan. Namun tahun ini, semangat tersebut terasa melangkah lebih jauh: tidak sekadar berbagi, tetapi juga membekali generasi muda dengan kemampuan untuk menciptakan perubahan mereka sendiri.

Program SCYEP merupakan hasil kolaborasi antara Prestasi Junior Indonesia dan Starbucks Indonesia, dengan dukungan The Starbucks Foundation. Inisiatif ini dirancang untuk membuka wawasan siswa sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) terhadap dunia kewirausahaan sebagai pilihan karier yang tidak hanya menjanjikan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui pendekatan yang praktis, para siswa tidak hanya belajar konsep, tetapi langsung mengimplementasikan ide bisnis mereka dengan membangun dan mengelola usaha mikro di lingkungan sekolah, dikenal sebagai Student Company. Di sinilah mereka belajar tentang dinamika nyata bisnis: dari mengembangkan produk, mengelola keuangan, hingga memasarkan hasil karya mereka.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2019, SCYEP telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa di seluruh Indonesia, didukung oleh lebih dari 1.800 relawan yang berasal dari para partner Starbucks. Pada tahun ajaran 2025–2026, program ini semakin meluas dengan melibatkan lebih dari 1.000 siswa dari 15 sekolah di berbagai kota, mulai dari Medan hingga Jayapura.

Menurut Avolina Raharjanti, Senior General Manager, Corporate Public Relation PT. Sari Coffee Indonesia, keterlibatan para karyawan Starbucks dalam program ini bukan sekadar aktivitas sukarela, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang.
“Sejak tahun 2011, partner Starbucks terus berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sebagai bagian dari Bulan Kebaikan Global… sebagai salah satu cara untuk mewujudkan misi kami: menginspirasi dan memelihara semangat kemanusiaan, satu orang, satu cangkir, dan satu lingkungan pada satu waktu,” ungkap Avolina di Jakarta baru-baru ini.

Ia juga menambahkan, “Lebih dari 200 partner terlibat sebagai sukarelawan untuk memberikan pendampingan… sebagai upaya untuk mendorong kewirausahaan agar menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda.”

Dorong Siswa Berani Berusaha dan Berdampak

Program tahun ini berlangsung secara intens sejak Agustus 2025 hingga Maret 2026, dengan dua pendekatan utama: JA Be Entrepreneurial untuk membangun pola pikir dasar kewirausahaan, serta JA Company Program yang memberikan pengalaman langsung menjalankan bisnis. Sebanyak 268 siswa terlibat dalam Student Company, sementara 788 siswa lainnya mengikuti program penguatan dasar kewirausahaan.

Direktur eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menilai pendekatan ini semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

“Program tahun ini menghadirkan pendekatan pembelajaran kewirausahaan yang semakin komprehensif, memungkinkan semakin banyak siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengimplementasikan ide menjadi usaha nyata yang inovatif dan berkelanjutan,” jelas Utami. 

Ia menambahkan bahwa hal ini mencerminkan besarnya potensi generasi muda Indonesia untuk menjadi wirausaha yang adaptif dan berdampak.

Apresiasi terhadap program ini juga datang dari pemerintah. Leontinus Alpha Edison menyatakan, “Kami mengapresiasi inisiatif SCYEP ini sebagai wujud nyata kolaborasi dalam mendorong pemberdayaan generasi muda melalui kewirausahaan,” kata Leontinus.

Ia menekankan bahwa di tengah dinamika ekonomi global, program seperti ini menjadi ruang strategis bagi pelajar untuk mengembangkan inovasi sekaligus kepedulian sosial. “Kami berharap para peserta dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat,” harapnya.

Kebaikan Diperluas Lewat Kolaborasi Berkelanjutan

Sebagai puncak dari rangkaian program, digelar Regional Student Company Competition di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kompetisi ini menjadi ajang bagi para siswa untuk mempresentasikan hasil kerja mereka—dinilai dari ide produk, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga potensi pengembangan usaha ke depan.

Kompetisi Student Company Jakarta 2026
nilah dua sekolah peraih the Best Student Company SCYEP tahun 2025/2026: SMA Kolese Loyola Semarang dan SMA Mentari International School Grand Surya, Jakarta yang akan melaju ke kompetisi Company of the Year di pertengahan tahun 2026.

Di luar SCYEP, semangat Global Month of Good juga tercermin dalam berbagai inisiatif sosial lainnya. Starbucks Indonesia, misalnya, telah membangun 17 lokasi AquaTower untuk menyediakan akses air bersih di berbagai wilayah, serta menjalankan proyek WASH di Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat. Bersama Habitat for Humanity Indonesia, mereka juga membangun rumah dan fasilitas sanitasi bagi komunitas yang membutuhkan.

Inisiatif lain seperti Starbucks Books for the Future berhasil mengumpulkan puluhan ribu buku yang didistribusikan ke berbagai yayasan, termasuk Save the Children Indonesia untuk membantu anak-anak terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara.

Sementara itu, melalui program Greener Nusantara yang dimulai sejak 2018, Starbucks Indonesia terus mendorong praktik ramah lingkungan, mulai dari penggunaan material daur ulang hingga ajakan menggunakan cangkir pakai ulang.

Keseluruhan inisiatif ini menunjukkan satu benang merah yang konsisten: bahwa kebaikan tidak berhenti pada aksi sesaat, tetapi tumbuh melalui kolaborasi, pendidikan, dan keberlanjutan. SCYEP, dalam hal ini, menjadi salah satu wujud nyata bagaimana investasi pada generasi muda dapat membuka jalan bagi masa depan yang lebih inklusif dan berdaya. (Anj)