Belajar Sejak Dini: Karena Anak-Anak Berhak Tumbuh di Lingkungan yang Bersih dan Sehat

Education, Health, Lifestyle

Anjanesia.com – Di tengah padatnya aktivitas anak-anak, mulai dari belajar di sekolah hingga bermain di lingkungan sekitar, ada satu hal sederhana namun sangat penting yang kerap terlupakan: kebiasaan mencuci tangan dengan benar. Bagi aktor Dion Wiyoko, yang kini dipercaya sebagai Duta Nuvo Family, kebiasaan kecil seperti ini bukan hanya soal menjaga kebersihan, tapi juga bagian penting dalam membentuk karakter dan gaya hidup sehat sejak usia dini.

“Apa yang bisa kita upayakan sebagai orang tua? Ya, tindakan-tindakan preventif, melindungi anak-anak ini dari bakteri atau kuman,” ujar Dion Wiyoko saat diskusi tentang WINGS for UNICEF Bersama NUVO Family Menyambut Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di Djakarta Theater beberapa waktu lalu. 

Kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) inilah yang menggerakkan Dion untuk terlibat langsung dalam kampanye Generasi Bersih Sehat, sebuah program kolaboratif antara Wings for UNICEF dan Nuvo Family. Kampanye ini telah menjangkau ribuan anak-anak sekolah dasar di berbagai daerah Indonesia, dari Pidie di Aceh hingga Maros di Sulawesi Selatan.

Dengan pendekatan yang edukatif dan penuh kehangatan, anak-anak dikenalkan pada PHBS melalui konsep B3ST, yaitu Bersih Tangan, Bersih Tubuh, Bersih Pakaian, dan Sehat Terlindungi.

Kebiasaan Kecil, Dampak Besar

Dalam kegiatan kampanye ini, kebersihan tangan menjadi salah satu fokus utama. Dion menjelaskan bahwa mencuci tangan bukan sekadar rutinitas biasa yang dilakukan sekilas. Anak-anak diajak memahami bahwa ada enam gerakan penting yang perlu dilakukan agar cuci tangan menjadi efektif, serta lima waktu yang dianggap paling krusial untuk melakukannya.

“Bersih tangan itu bukan sekadar mencuci tangan pakai sabun. Anak-anak diajari enam gerakan penting saat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta lima waktu penting melakukannya,” kata Dion. 

Waktu-waktu penting yang dimaksud antara lain saat sebelum dan sesudah makan, setelah bermain, serta setelah menyentuh hewan peliharaan. Menurut Dion, kebiasaan menjaga kebersihan semacam ini sebaiknya diperkenalkan sedari rumah dan diperkuat lagi di lingkungan sekolah. Karena baginya, PHBS bukan sekadar slogan, melainkan fondasi yang akan membuat anak-anak tumbuh sehat tanpa harus membatasi ruang eksplorasi mereka.

Menjangkau Anak-Anak di Daerah

Semangat Dion Wiyoko untuk turun langsung ke lapangan juga didukung penuh oleh penyelenggara program. Mita Ardiani, selaku Marketing Manager Personal Care Category Wings Group, menjelaskan bahwa kampanye ini digelar dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, dengan cakupan kegiatan yang menyasar dua hal besar: peningkatan fasilitas sanitasi dan air bersih di sekolah dasar (WASH), serta edukasi langsung tentang PHBS yang menyeluruh.

“Ribuan murid telah mendapat pembekalan sebagai Generasi Bersih Sehat melalui langkah B3ST yang juga disampaikan langsung oleh Brand Ambassador Nuvo Family, Dion Wiyoko,” tutur Mita. 

Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 2.232 murid di Aceh dan Sulawesi Selatan. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya memahami pentingnya mencuci tangan pada waktu-waktu tertentu, tetapi juga mempelajari enam gerakan yang tepat saat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada area tubuh yang sering kali terlewat saat mandi, seperti leher, belakang telinga, pusar, punggung, sela-sela jari kaki, serta lipatan tubuh di ketiak, tangan, dan paha.

Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 98 persen anak-anak yang mengikuti edukasi ini telah memahami dan mulai menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan benar. Atas keberhasilan ini, Nuvo Family pun mendapatkan Rekor MURI untuk kategori Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada Siswa Terbanyak di Indonesia.

Kolaborasi untuk Lingkungan Belajar yang Aman

Program ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah. Catur Budi Santoso, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menilai bahwa kampanye ini sangat selaras dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi semua anak.

“Program Wings for UNICEF bersama Nuvo Family sejalan dengan langkah pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi anak-anak,” ujar Catur. 

Catur menyebutkan bahwa melalui Peta Jalan Sekolah 2024–2040, pemerintah tengah berfokus pada peningkatan fasilitas pendidikan yang memprioritaskan akses terhadap air bersih, sanitasi yang layak, dan kebersihan. Dalam konteks inilah, keterlibatan pihak swasta seperti Wings Group menjadi krusial.

“Isu sanitasi membutuhkan dukungan semua pihak. Keterlibatan sektor swasta memperkuat jangkauan program dan semoga mempercepat pencapaian target,” jelasnya.

Sanitasi yang Baik, Sekolah yang Sehat

Pentingnya sanitasi sekolah juga ditekankan oleh Muhammad Zainal, selaku WASH Specialist UNICEF Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sekolah yang memiliki fasilitas sanitasi memadai bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan kehadiran siswa di sekolah.

“Sanitasi aman di sekolah adalah fondasi bagi tumbuh kembang anak. Fasilitas WASH yang memadai di sekolah membantu menurunkan kejadian penyakit diare sampai 30 persen dan infeksi saluran pernapasan 20 persen, yang merupakan penyebab utama ketidakhadiran siswa,” jelas Zainal. 

Zainal menambahkan bahwa melalui kerja sama antara UNICEF dan Wings, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang tidak hanya sehat dan aman, tetapi juga inklusif—tempat di mana anak-anak bisa belajar dan berkembang tanpa rasa khawatir terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Menumbuhkan Generasi Sehat, Dimulai dari Hal Sederhana

Pada akhirnya, mengajarkan anak-anak untuk menjaga kebersihan tangan, tubuh, dan lingkungannya mungkin terdengar sebagai hal yang sepele. Namun, justru kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang menjadi fondasi penting bagi kesehatan dan masa depan mereka.

Dion Wiyoko menekankan bahwa peran keluarga sangatlah besar dalam membentuk pola hidup bersih anak sejak dini. Ia percaya bahwa anak-anak belajar paling baik dari teladan dan lingkungan terdekat.“PHBS itu bukan sesuatu yang rumit, tapi harus dibiasakan. Dan semua bisa dimulai dari rumah,” kata Dion. 

Dengan upaya bersama dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga sektor swasta, anak-anak Indonesia bisa tumbuh sebagai generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga sehat, kuat, dan penuh kepedulian terhadap lingkungan sekitar mereka. (Anj)