Merayakan Kemerdekaan dengan Gaya: Ketika Pakaian Adat dan Perhiasan Jadi Simbol Kebanggaan
Lifestyle
Anjanesia.com – Di tengah hingar-bingar perayaan kemerdekaan, cara orang merayakan 17 Agustus semakin beragam dan kreatif. Tidak hanya lewat upacara, lomba, atau dekorasi serba merah putih—tapi juga melalui gaya pribadi yang merefleksikan akar budaya.
Salah satu tren yang mulai digemari adalah mengenakan pakaian adat sebagai bentuk kebanggaan terhadap identitas lokal. Dalam konteks ini, budaya tak hanya dirayakan lewat tradisi, tapi juga bisa dihadirkan dalam bentuk yang lebih personal—dalam apa yang kita kenakan sehari-hari.
Menangkap semangat ini, The Palace Jeweler menghadirkan kembali kampanye “Bangga BerNusantara” untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80. Kampanye ini mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan dengan mengenakan pakaian adat pada tanggal 16–18 Agustus 2025, di seluruh gerai The Palace Jeweler.
Menurut Jelita Setifa, General Manager The Palace Jeweler, kampanye ini bukan hanya perayaan, tapi juga ajakan untuk berperan aktif melestarikan budaya:
“Kami percaya bahwa budaya adalah bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa. Dengan kampanye ‘Bangga BerNusantara’, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak hanya bangga, tetapi juga secara aktif melestarikan warisan budaya melalui cara yang relevan dan modern. Kampanye Bangga Bernusantara ini sebenarnya sudah kami adakan di tahun 2024 lalu dan meraih respon positif dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami mengapresiasi setiap pelanggan yang berpartisipasi dan merayakan kemerdekaan bersama kilau berlian kami, karena setiap perhiasan yang kami ciptakan juga merupakan cerminan dari kekayaan Nusantara.”
Budaya dalam Setiap Kilau: Koleksi Nusantara
Sebagai bagian dari kampanye ini, The Palace juga menampilkan Koleksi Nusantara, hasil kolaborasi dengan maestro fashion Indonesia, Samuel Wattimena. Kolaborasi ini sudah dimulai sejak tahun 2015, dan melahirkan koleksi perhiasan bernuansa budaya yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2017.

Koleksi ini terdiri dari tiga seri: Nusa, Anta, dan Tara, yang masing-masing merepresentasikan kekayaan budaya dari wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia.



– Seri Nusa: Terinspirasi dari bentuk Pending, hiasan pinggang khas para raja dan ratu di Indonesia bagian barat. Kini diinterpretasikan ulang menjadi cincin, kalung, dan anting berlian yang mewah namun tetap kaya makna.
– Seri Anta: Mengangkat siluet Mamoli, Taka, dan Marangga dari NTT. Setiap elemen diolah menjadi desain perhiasan modern tanpa kehilangan jati diri tradisionalnya.
– Seri Tara: Mewakili budaya Indonesia timur, terutama motif Mas Bulan Base, Belak, dan Pepek Sortil. Dominasi bentuk matahari pada desainnya merefleksikan kepercayaan masyarakat timur terhadap matahari sebagai simbol kehidupan.
Gaya Bertutur Lewat Aksesori
Menariknya, kampanye “Bangga BerNusantara” tidak hanya menghidupkan semangat budaya, tapi juga menghadirkan berbagai kejutan menarik bagi pengunjung yang ikut serta.
Mereka yang mengenakan pakaian adat saat datang ke gerai The Palace berhak mendapatkan:
– Diskon perhiasan emas hingga 45%
– Kesempatan memenangkan liontin berlian lewat tantangan foto di media sosial
– Voucher belanja hingga Rp800.000 untuk pelanggan dengan nama unik seperti Nusa, Anta, Tara, atau Nusantara
– Liontin emas gratis untuk 80 orang pertama di Indonesia yang bernama “Nusantara”
Tak hanya itu, berbagai aktivitas di dalam gerai seperti pemilihan best dress, sajian kuliner khas Nusantara, hingga games berhadiah juga turut meramaikan suasana selama kampanye berlangsung.
Ketika Gaya Bertemu Nilai
Di tengah tren globalisasi dan budaya instan, usaha untuk mengangkat kembali warisan lokal seperti ini patut diapresiasi. Kampanye ini mengingatkan bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan lewat hal sederhana—bahkan lewat apa yang kita kenakan.
Lewat perpaduan antara wastra dan perhiasan, kampanye “Bangga BerNusantara” ingin menyampaikan bahwa gaya bukan sekadar soal penampilan, tapi juga tentang makna, sejarah, dan kebanggaan terhadap asal-usul kita.
Karena seperti yang disampaikan dalam kampanye ini:
Setiap kilau perhiasan yang indah adalah bagian tak terpisahkan dari cerita besar bangsa. (Anj)

