Dapur, Kreativitas, dan Kehangatan Keluarga: Cara Menikmati Masak di Rumah
Lifestyle
Anjanesia.com – Memasak di rumah kini lebih dari sekadar menyiapkan makanan. Bagi banyak orang, terutama yang aktif dan sibuk, dapur menjadi ruang ekspresi, kreativitas, sekaligus momen refleksi yang sederhana tapi bermakna. Mengaduk saus, menata sayuran di piring, atau memotong bahan-bahan bukan sekadar rutinitas, melainkan ritual kecil yang memberi kepuasan tersendiri, sekaligus menghidupkan rumah dengan aroma dan energi positif.
Kolaborasi Super Indo dan Tefal: Solusi Dapur Efisien dan Aman
Dalam semangat itu, Super Indo dan Tefal menghadirkan inisiatif “Percantik Dapurmu”, yang mengajak pelanggan menata dapur agar pengalaman memasak sehari-hari terasa lebih menyenangkan dan efisien. Menurut Donny Ardianta Passsa, Vice President of Buying Super Indo, dapur yang mendukung proses memasak memberi ruang bagi kreativitas untuk muncul sekaligus membuat kegiatan sehari-hari lebih lancar.
“Super Indo melihat memasak di rumah sebagai bagian penting dari keseharian pelanggan kami. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Tefal merupakan langkah strategis untuk menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi bahan pangan, tetapi juga peralatan masak yang aman, berkualitas, dan mudah digunakan. Program ini mencerminkan komitmen kami untuk terus relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Donny saat diskusi media di Super Indo Pancoran Jakarta, baru-baru ini.
Femi Natalia, Country Manager Tefal Indonesia & Philippines, menambahkan bahwa inovasi produk berperan untuk membuat kegiatan memasak lebih aman dan menyenangkan, sehingga setiap orang bisa menikmati prosesnya tanpa merasa terbebani.
Selain menyalurkan kreativitas, memasak di rumah juga menjadi momen untuk berbagi waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat. Mengajak pasangan atau anak ikut menyiapkan makanan menghadirkan suasana hangat yang berbeda dari sekadar makan bersama. Percakapan ringan, tawa, dan saling membantu membuat setiap kegiatan terasa lebih hidup dan personal.
Chef Devina pun menekankan hal serupa. Bagi Devina Hermawan, dapur bukan sekadar ruang berkarya, tetapi ruang pulang, tempat di mana keluarga menjadi panelis paling jujur atas setiap hidangan.
“Memasak di rumah akan terasa lebih menyenangkan jika didukung peralatan yang tepat. Saya ingin berbagi menu yang mudah dipraktikkan sekaligus menunjukkan bagaimana peralatan masak berkualitas dapat membantu menghasilkan masakan yang lebih optimal,” ungkapnya.
Sebagai ibu tiga anak, Devina merancang menu yang praktis, sehat, dan disukai seluruh anggota keluarga. Sebelum resep ditayangkan di kanal YouTube-nya, ia selalu melakukan uji coba di rumah. Jika anak-anak menyukai hidangan tersebut, barulah ia yakin membagikannya ke publik.
“Karena apapun yang saya masak di rumah, kebetulan saya seorang ibu juga. Jadi saya benar-benar merasakan betapa pentingnya masakan yang simpel dan mudah dibuat,” ujarnya.
Devina mengakui tantangan anak pemilih makanan. Ia mengakalinya dengan kreativitas, mengolah bahan bergizi dalam bentuk yang lebih akrab bagi anak-anak, tanpa memaksa. “Emak-emak itu harus pintar-pintar yang namanya meal prep. Karena anak-anak kan pengennya yang bervariasi. Tapi kita harus perhatikan juga nutrisinya. Dan makannya harus mudah. Harus sukses, intinya,” ujar wanita kelahiran Bandung itu.
Bagi Devina, makanan sehat tidak harus kaku atau membosankan. “Yang namanya lidah Indonesia itu makanan yang kita inginkan ya yang gurih, yang enak. Jadi kita bisa mengkombinasikan keduanya,” paparnya. Ia menekankan bahwa masakan sehat harus tetap enjoyable, dan rumah adalah tempat di mana real food, masakan sederhana penuh cinta, selalu menjadi prioritas.
Mengubah Dapur Menjadi Ruang Ekspresi dan Refleksi
Ruang dapur yang tertata rapi pun menjadi kunci kenyamanan. Alat masak yang mudah digunakan, rak bumbu yang tertata, hingga meja kerja yang bersih, membuat proses memasak lancar. Bahkan untuk hidangan sederhana, Devina tidak ragu bereksperimen. Kadang cukup minyak wijen dan garam, membuktikan bahwa rasa tidak selalu harus kompleks untuk menjadi nikmat.
Teknik dan detail kecil menjadi pembeda. Mengukus sekitar 10 menit atau memastikan wajan cukup panas sebelum menumis daging, menurutnya, adalah kunci agar hasil masakan optimal. Semua langkah itu, meski sederhana, membentuk pengalaman memasak yang menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus menghadirkan kebanggaan tersendiri.
Pada akhirnya, dapur bagi Devina adalah ruang yang jujur, hangat, dan penuh cinta. Setiap hidangan lahir dari kebutuhan nyata keluarga, bukan untuk impresi. Memasak di rumah bukan soal siapa yang paling mahir, tetapi tentang bagaimana setiap momen di dapur bisa menjadi pengalaman personal, menyenangkan, dan mengikat keluarga. Dari ruang itu, kebahagiaan sederhana lahir setiap hari, dari tangan yang memasak, hati yang peduli, dan meja makan yang menjadi pusat kehangatan rumah. (Anj)
