CMK Tekankan Good Governance di Industri Perhiasan Indonesia

Economy, Lifestyle

Anjanesia.com – Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dalam dunia usaha, Central Mega Kencana (CMK) menegaskan komitmennya terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Governance sebagai fondasi utama bisnis. Perusahaan perhiasan yang menaungi MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler ini menilai integritas sebagai kunci dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan keberlanjutan usaha.

Chief Operation Officer Central Mega Kencana, Petronella Soan, mengatakan bahwa penerapan tata kelola dilakukan secara menyeluruh dan disiplin di setiap lini operasional perusahaan.

“Di Central Mega Kencana, kami menerapkan Good Governance sebagai fondasi utama dalam membangun bisnis yang berintegritas dan berkelanjutan. Kami memastikan setiap aspek operasional dijalankan secara disiplin dan transparan,” ujar Petronela Soan di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, industri perhiasan memiliki karakteristik yang sangat bergantung pada kepercayaan. Oleh karena itu, perusahaan berupaya menjaga standar tinggi dalam setiap proses bisnis, mulai dari pemenuhan kewajiban kepada negara hingga pemilihan sumber bahan baku.

“Kepercayaan adalah aset terbesar dalam industri perhiasan. Karena itu, kami berkomitmen memastikan seluruh kewajiban terhadap negara dipenuhi dengan penuh tanggung jawab, setiap berlian yang kami gunakan berasal dari sumber yang sah dan bebas konflik, dan setiap transaksi dilakukan secara akuntabel,” kata Petronella.

Tiga Pilar Utama Tata Kelola Central Mega Kencana

Penerapan prinsip tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni kepatuhan pajak dan kepabeanan, penerapan responsible sourcing, serta pencegahan tindak pidana pencucian uang.

Kepatuhan Pajak dan Kepabeanan

Dalam aspek perpajakan dan kepabeanan, CMK menyatakan menjalankan seluruh kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan secara konsisten melakukan pembayaran pajak dan bea cukai secara transparan sebagai bagian dari praktik bisnis yang bertanggung jawab. CMK juga tercatat sebagai salah satu importir berlian terbesar di Indonesia, seiring dengan keterbatasan pasokan berlian dalam negeri yang membuat kebutuhan harus dipenuhi melalui impor dari berbagai negara secara resmi.

Penerapan Responsible Sourcing (Berlian Bebas Konflik)

Sementara itu, dalam hal pengadaan bahan baku, CMK menekankan penggunaan berlian alami yang bebas konflik. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan tambang berlian global yang dinilai memiliki standar tinggi terhadap aspek lingkungan dan kesejahteraan pekerja.

Setiap berlian yang diterima kemudian melalui proses pemeriksaan ulang sebelum digunakan dalam produksi. Proses ini dilakukan di fasilitas internal perusahaan dengan dukungan teknologi, sebagai upaya menjaga kualitas sekaligus transparansi.

Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang

Di sisi lain, CMK juga menerapkan langkah pencegahan terhadap potensi tindak pidana pencucian uang. Hal ini dilakukan melalui sistem pengenalan pelanggan serta pencatatan transaksi yang jelas dan terukur, guna menjaga ekosistem industri tetap sehat.

Komitmen Keberlanjutan dan Penghargaan Kepatuhan

Komitmen terhadap kepatuhan tersebut mendapat apresiasi dari otoritas terkait. CMK menerima sejumlah penghargaan di bidang perpajakan dan kepabeanan, termasuk pengakuan sebagai importir barang bernilai tinggi serta penghargaan kepatuhan pajak.

Selain tata kelola, perusahaan juga menjalankan inisiatif keberlanjutan, seperti penggunaan material ramah lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan masyarakat.

Melalui penerapan tata kelola yang konsisten dan terstruktur, CMK menegaskan posisinya sebagai pelaku industri perhiasan yang mengedepankan integritas di tengah meningkatnya perhatian terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. (Anj)