5 Tips Menata Rumah Jelang Lebaran agar Tetap Nyaman Tanpa Renovasi

Lifestyle

Anjanesia.com – Menjelang Lebaran, media sosial kerap dipenuhi inspirasi rumah dengan ruang tamu tertata rapi hingga ke sudut ruangan. Namun, realitas di banyak rumah sering kali berbeda. Ruang tamu harus menampung lebih banyak orang, meja makan selalu penuh, dan berbagai sudut rumah digunakan di luar kebiasaan harian.

Di tengah tren tersebut, banyak keluarga menghadapi tantangan serupa: bagaimana membuat rumah tetap nyaman tanpa renovasi besar atau pembelian furnitur dalam jumlah banyak.

Menurut Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, kunci persiapan Lebaran bukan pada kesempurnaan visual, melainkan pada kemampuan ruang beradaptasi terhadap peningkatan aktivitas.

“Saat jumlah orang dan aktivitas meningkat, ruang perlu fleksibel. Furnitur yang mudah dipindahkan, penyimpanan serbaguna, dan pembagian area yang jelas akan membuat rumah terasa lebih siap tanpa harus diubah total,” ujar Alfinda di Jakarta beberapa waktu lalu.

Berikut lima tips penataan rumah yang dapat diterapkan secara praktis menjelang Hari Raya.

1. Sediakan Kursi Tambahan yang Fleksibel

Salah satu situasi paling umum saat Lebaran adalah keterbatasan tempat duduk ketika tamu datang bersamaan. Solusinya bukan menambah furnitur permanen yang justru membuat ruangan terasa sempit setelah momen usai. 

Kursi lipat dapat menjadi pilihan karena mudah disimpan sehari-hari dan digunakan saat dibutuhkan. Setelah acara selesai, ruang dapat kembali seperti semula tanpa terasa sesak.

2. Bagi Area Sajian agar Tidak Terpusat

Meja utama sering menjadi pusat seluruh hidangan, mulai dari minuman hingga makanan berat. Kondisi ini membuat tamu sulit bergerak dan tuan rumah kerepotan mengatur ulang sajian.

Pembagian fungsi meja dapat membantu. Meja tambahan berukuran ringkas atau troli serbaguna dapat dimanfaatkan untuk memisahkan minuman dan kudapan dari hidangan utama. Dengan distribusi yang lebih rapi, alur pergerakan tamu menjadi lebih lancar.

3. Gunakan Penyimpanan Tertutup untuk Barang Sementara

Saat rumah ramai, tas, kemasan makanan, hingga mainan anak kerap menumpuk di ruang tamu. Tanpa tempat penyimpanan yang jelas, ruangan cepat terlihat penuh.

Kotak penyimpanan atau kabinet berpintu memungkinkan barang disimpan dengan cepat tanpa perlu dirapikan secara detail di tengah suasana sibuk. Ruang tetap terlihat rapi dan fungsional.

4. Segarkan Suasana dengan Tekstil

Meski sudah dibersihkan, rumah kadang terasa sama seperti hari biasa karena tidak ada elemen yang diperbarui. Penyegaran sederhana melalui tekstil dapat memberi perubahan visual signifikan.

Mengganti sarung bantal, taplak meja, atau tirai menjadi langkah yang lebih efisien dibanding mengganti furnitur besar, tetapi tetap mampu menghadirkan suasana berbeda saat tamu datang.

5. Padukan Peralatan Makan Lama dan Baru

Peralatan makan yang tidak seragam sering membuat tampilan meja kurang menyatu. Pendekatan yang lebih fleksibel dapat diterapkan dengan memadukan koleksi lama dan tambahan baru secara selektif.

Pada dasarnya, penyesuaian tersebut bertujuan membuat rumah lebih adaptif terhadap lonjakan aktivitas musiman tanpa menambah beban jangka panjang. Fokusnya bukan pada kesan visual semata, melainkan pada kemudahan bergerak, menyimpan, dan menyajikan.

Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia, menegaskan bahwa persiapan Lebaran tidak seharusnya menjadi tekanan tambahan bagi keluarga.

“Rumah tidak harus terlihat sempurna untuk bisa menyambut tamu dengan baik. Selama ruangnya nyaman digunakan dan berfungsi sesuai kebutuhan, itu sudah cukup. Kami ingin masyarakat merasa lebih ringan dalam mempersiapkan rumah, tanpa merasa harus mengubah semuanya,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang realistis dan fungsional, persiapan Lebaran dapat difokuskan pada kenyamanan bersama, bukan pada standar kesempurnaan yang belum tentu relevan dengan kondisi setiap rumah. (Anj)