Tren Flavored Tea: Teh Lemon Madu Jadi Alternatif Segar yang Ramah di Lambung

Lifestyle

Anjanesia.comWINGS Food memperkenalkan produk terbaru di kategori minuman siap minum (ready to drink/RTD), yakni Teh Lemon Madu dalam kemasan botol 350 ml. Produk ini hadir di tengah tren konsumsi lemon tea yang meningkat secara global, namun dinilai masih memiliki tantangan dari sisi preferensi rasa di pasar lokal.

Selama ini lemon tea dikenal sebagai minuman yang menyegarkan, tetapi karakter asamnya kerap dianggap terlalu tajam bagi sebagian konsumen Indonesia. Kondisi tersebut, menurut perusahaan, menjadi celah untuk menghadirkan varian dengan profil rasa yang berbeda.

“Lemon tea itu globally high demand, tapi seringkali terlalu asam untuk preferensi lokal. Kami melihat peluang besar untuk menghadirkan sesuatu yang lebih relevan dengan selera lidah orang Indonesia. Teh Lemon Madu kami hadir sebagai lemon tea yang gak asem, manisnya smooth dan pas, jadi bisa diminum kapan saja tanpa bikin eneg atau terlalu tajam di tenggorokan,” ujar Joshua Gunawan, Head of Ready to Drink Beverage WINGS Food saat temu media di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta baru-baru ini. 

Joshua menjelaskan, formulasi produk dirancang dengan menyesuaikan kadar keasaman lemon serta menambahkan madu untuk menghasilkan rasa manis yang berbeda dari gula biasa.

“Tricky-nya lemon tea itu kan kadang asam dan agak kecut. The way kita ngakalin itu, lemonnya dibikin dalam jumlah yang pas. Madunya bikin rasanya memang khas, beda dengan manis gula. Kalau dibandingkan dengan teh biasa, mungkin hanya manis saja. Tapi di sini ada elemen yang membuat segarnya elevated, naik tingkat. Karena itu kami bilang segarnya kelewatan, lebih segar dibandingkan minuman teh biasa,” katanya.

Pertumbuhan Kategori RTD Tea

Dalam satu dekade terakhir, teh mengalami perkembangan dari minuman tradisional menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda. Beragam inovasi seperti bubble tea, matcha latte, cheese tea, hingga flavored tea memperluas segmentasi pasar.

Joshua menambahkan, tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan kategori RTD Tea secara global. “Pertumbuhannya rata-rata diproyeksikan sekitar 6–7 persen per tahun hingga 2031. Jika di Jepang pertumbuhan ini didorong oleh budaya konsumsi RTD melalui vending machine, di Indonesia RTD Tea tumbuh kuat melalui akses yang sangat dekat dengan keseharian konsumen, seperti warung, minimarket, hingga convenience store yang mudah dijangkau kapan saja,” ujarnya.

Ia menyebutkan, RTD Tea saat ini menjadi kategori terbesar kedua di pasar RTD Beverage setelah air mineral. Hal tersebut menunjukkan tingginya relevansi produk berbasis teh dalam mendukung kebutuhan konsumsi praktis masyarakat dengan mobilitas tinggi.

Sasar Generasi Z

Perusahaan menargetkan generasi Z (usia 16–24 tahun) sebagai salah satu segmen utama. Kelompok ini dinilai cenderung mencari minuman dengan rasa seimbang, praktis, mudah diperoleh, serta memiliki nilai tambah.

Dalam kesempatan yang sama, aktris sekaligus Brand Ambassador produk tersebut, Tissa Biani, menyampaikan pengalamannya setelah mencoba produk itu.

“Setelah aku coba, menurutku kita bisa minum Teh Lemon Madu kapan aja karena rasanya balanced, pas banget terutama buat generasi Z seperti aku,” ujar Tissa.

Diakui Tissa, dirinya termasuk yang suka sekali dengan flavored tea. “tapi kadang lemon tea yang sudah ada itu terlalu asam di lidah. Sedangkan Teh Lemon Madu ini rasanya beda, nggak asem, manisnya smooth dan pas banget. Buat aku ini tuh kayak ultimate palate cleanser. Jadi habis makan apa aja, tinggal minum Teh Lemon Madu, langsung segar lagi, palate lidah itu berasa clean. Nggak asem, nggak bikin perih lambung. Cocok banget buat aku yang sering roadshow ke luar kota,” ujarnya.

Tissa juga mengungkapkan preferensinya terhadap teh dibanding kopi. “Kalau boleh memilih antara teh atau kopi, aku memang lebih dekat dengan teh. Setiap aku pergi ke luar kota, pilihanku selalu teh. Tapi buat aku, harus ada benefit-nya. Walaupun maunya instan dan praktis, tetap harus berkualitas dan bermanfaat. Waktu aku menemukan Teh Lemon Madu ini dan dipercaya jadi brand ambassador, aku merasa beruntung karena secara personal aku memang dekat dengan teh, dan benefit dari teh lemon madu ini terasa banget buat aku,” jelasnya.

Pandangan Tissa ini sekaligus menyoroti bagaimana konsumen modern, terutama generasi muda, menilai minuman bukan hanya dari rasa, tapi juga dari kemudahan akses, kualitas, dan nilai tambah yang dirasakan. Di tengah kondisi tersebut, persaingan di segmen teh siap minum pun kian ketat, mencakup teh original, teh berperisa, hingga teh susu.

Joshua mengatakan bahwa meski kompetisi tinggi, perusahaan tetap optimistis terhadap respons pasar. Keyakinan itu, menurutnya, didukung oleh hasil riset konsumen, jaringan distribusi yang luas, serta harga yang kompetitif. “Kalau orang ingin membeli tapi tidak tersedia di toko, tentu akan sulit. Distribusi yang baik dan harga yang terjangkau menjadi pertimbangan konsumen untuk mencoba,” tandas Joshua. (Anj)