Tradisi Gifting Ramadan: Kolaborasi The Palace Jeweler & LAKUEMAS Hadirkan Ketupat Emas 2026
Lifestyle, Shopping List
Anjanesia.com – Bulan Ramadan kerap dimaknai sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus berbagi dengan orang-orang terdekat. Selain makanan dan bingkisan, perhiasan menjadi salah satu pilihan hadiah karena dinilai memiliki nilai simbolik sekaligus nilai ekonomi yang dapat dikenang dalam jangka panjang.
Pada Ramadan 2026, The Palace Jeweler kembali berkolaborasi dengan LAKUEMAS menghadirkan Program Ketupat Emas. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa sebelumnya, yang memadukan pembelian perhiasan berlian dengan voucher emas digital.
Program Ketupat Emas (Kejutan Dapat Emas)
Program Ketupat Emas diselenggarakan dalam rangka menyambut Ramadan dan Idulfitri, berlangsung mulai 18 Februari hingga 31 Maret 2026. Melalui skema ini, pelanggan yang melakukan pembelian perhiasan berlian dari The Palace Jeweler pada tiering tertentu berkesempatan memperoleh voucher LAKUEMAS.

Brand Manager The Palace Jeweler, Winny Melita, mengatakan Ramadan sebagai momentum yang sarat makna dalam setiap keputusan, termasuk dalam memilih hadiah. “Sebagai bulan suci penuh rahmat, setiap pemberian akan menjadi lebih bermakna, setiap keputusan menjadi lebih bijak, dan setiap transaksi diharapkan membawa keberkahan di bulan Ramadan,” ujar Winny,
Menurutnya, melalui kolaborasi antara The Palace Jeweler dan LAKUEMAS, program Ketupat Emas (Kejutan Dapat Emas) kembali hadir sebagai bagian dari tradisi gifting Ramadhan. Tidak hanya menghadirkan keindahan perhiasan emas berlian, tetapi juga nilai investasi melalui voucher emas digital.
“Ketupat Emas bukan hanya sekadar promo Ramadhan, melainkan simbol hadiah yang tidak hanya berkilau hari ini, tetapi juga bertumbuh nilainya di masa depan. Bersama LAKUEMAS, The Palace Jeweler memberikan kesempatan bagi para pelanggan untuk memiliki privilege mendapatkan voucher LAKUEMAS mulai dari nominal Rp200 ribu dengan melakukan pembelian diamond jewellery pada tiering tertentu yang bisa dijadikan hadiah terbaik di bulan Ramadan bagi orang-orang tersayang,” ujarnya.
Dari sisi investasi, emas dinilai tetap memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan instrumen keuangan modern. Brand Manager LAKUEMAS, Esther Napitupulu, menyoroti posisi emas dalam sejarah dan prinsip syariah.
“Sejak dulu, emas selalu memiliki tempat istimewa dalam berbagai peradaban. Pada peradaban Islam, emas dijadikan sebagai mahar, alat tukar, maupun penjaga nilai. Sampai sekarang, nilai emas tidak pernah berubah, hanya bentuknya yang beradaptasi dengan zaman. Dalam prinsip syariah, transaksi emas diperbolehkan selama akadnya jelas dan kepemilikannya nyata,” ungkap Esther.

Keamanan Investasi Emas Digital di LAKUEMAS
Ia menambahkan, “Sebagai salah satu pedagang emas fisik secara digital yang telah resmi terdaftar di Bappebti, LAKUEMAS menerapkan rasio 1:1, di mana setiap gram emas digital sepenuhnya didukung oleh emas fisik yang tersimpan aman di lembaga kustodian sehingga kepemilikan bersifat riil, transparan, dan terjaga. Sejak dulu, emas baik dalam wujud perhiasan emas, emas fisik, emas digital, hingga voucher emas menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat saat ingin berbagi ke orang-orang terdekatnya saat Bulan Ramadan. Karena itu, LAKUEMAS juga ingin kembali mengajak masyarakat terus berinvestasi emas agar likuiditas tetap terjaga setelah Hari Raya Idul Fitri.”
Sebagai platform omni-channel, LAKUEMAS menyediakan berbagai kanal transaksi, mulai dari Butik LAKUEMAS untuk jual beli dan gadai emas secara offline, aplikasi digital untuk transaksi emas, hingga fasilitas ATM untuk penarikan emas fisik. Platform ini juga tergabung dalam ekosistem Central Mega Kencana (CMK), perusahaan ritel perhiasan di Asia Tenggara.
Aplikasi LAKUEMAS telah diunduh sekitar 1,5 juta kali dengan lebih dari 1 juta anggota. Selain bekerja sama dengan The Palace Jeweler, LAKUEMAS juga bermitra dengan sejumlah ritel perhiasan seperti Mondial dan Frank & co. yang tersebar di ratusan lokasi, serta terlibat dalam berbagai program promosi di e-commerce.
Dalam ekosistemnya, saldo emas digital pada aplikasi dapat dikonversi menjadi emas fisik maupun perhiasan. LAKUEMAS sendiri telah resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sejak 8 Februari 2022.
Dengan stabilitas yang relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah aset lainnya dan tingkat likuiditas yang baik, emas masih menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga nilai aset. Melalui program Ketupat Emas, tradisi berbagi di bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai pemberian simbolis, tetapi juga dikaitkan dengan upaya menjaga nilai jangka panjang. (Anj)

